Muhammad Fahri Fahresza
Rabu, 18 Desember 2019
Rabu, 04 Desember 2019
Jumat, 29 November 2019
TM - P11 - KELEBIHAN DAN KEKURANGAN IPV4 DAN IPV6
Kelebihan dan Kekurangan
IPv4 & IPv6
1. Internet Protokol versi 4
Kelebihan :
- Tidak mensyaratkan ukuran paket pada link layer dan harus bisa menyusun kembali paket berukuran 576 byte.
- Pengelolaan rute informasi yang tidak memerlukan seluruh 32 bit tersebut, melainkan cukup hanya bagian jaringannya saja, sehingga besar informasi rute yang disimpan di router, menjadi kecil. Setelah address jaringan diperoleh, maka organisasi tersebut dapat secara bebas memberikan address bagian host pada masing-masing hostnya.
Kekurangan :
- Panjang alamat 32 bit (4bytes).
- Dikonfigurasi secara manual atau DHCP IPv4.
- Dukungan terhadap IPSec opsional.
- Fragmentasi dilakukan oleh pengirim dan pada router, menurunkan kinerja router.
- IPv4 yang hanya memiliki panjang 32-bit (jumlah total alamat yang dapat dicapainya mencapai 4,294,967,296 alamat). IPv4, meskipun total alamatnya mencapai 4 miliar, pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat, karena ada beberapa limitasi, sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus juta saja.
2. Internet Protokol versi 6
Kelebihan :
- Format header baru. Header baru IPv6 lebih efisien daripada header pada IPv4 (karena memiliki overhead yang lebih kecil). Hal ini diperoleh dengan menghilangkan beberapa bagian yang tidak penting atau opsional.
- Jumlah alamat yang jauh lebih besar. Dengan spesifikasi bit untuk alamat standar sebanyak 128-bit memiliki arti IPv6 akan mampu menyediakan 2128 kemungkinan alamat unik. Walaupun tidak semuanya akan dialokasikan namun sudah cukup untuk keperluan masa mendatang sehingga teknologi semacam NAT pada IPv4 sudah tidak perlu lagi digunakan.
- Infrastruktur routing dan addressing yang efisien dan hirarkis. Arsitektur pengalamatan IPv6 yang hirarkis membuat infrastruktur routing menjadi efisien dan hirarkis juga. Adanya konsep skup juga memudahkan dalam manajemen pengalamatan untuk berbagai mode teknologi transmisi.
- Kemampuan Plug-and-play melalui stateless maupun statefull address auto-configuration. Pada teknologi IPv6, sebuah node yang memerlukan alamat bisa secara otomatis mendapatkannya (alamat global) dari router IPv6 ataupun cukup dengan mengkonfigurasi dirinya sendiri dengan alamat IPv6 tertentu (alamat link local) tanpa perlu adanya DHCP server seperti pada IPv4. Hal ini juga akan memudahkan konfigurasi. Hal ini penting bagi kesuksesan teknologi pengalamatan masa depan karena di Internet masa depan nanti akan semakin banyak node yang akan terkoneksi. Perangkat rumah tangga dan bahkan manusia pun bisa saja akan memiliki alamat IP. Tentu saja ini mensyaratkan kesederhanaan dalam konfigurasinya. Mekanisme konfigurasi otomatis pada IPv6 ini akan memudahkan tiap host untuk mendapatkan alamat, menemukan tetangga dan router default bahkan menggunakan lebih dari satu router default untuk redundansi dengan efisien.
- Keamanan yang sudah menjadi standar built-in.Jika pada IPv4 fitur IPsec hanya bersifat opsional maka pada IPv6 fitur IPsec ini menjadi spesifikasi standar. Paket IPv6 sudah bisa secara langsung diamankan pada layer network.
- Dukungan yang lebih bagus untuk QoS. Adanya bagian (field) baru pada header IPv6 untuk mengidentifikasi trafik (Flow Label) dan Traffic Class untuk prioritas trafik membuat QoS yang lebih terjamin bisa diperoleh, bahkan ketika payload dari paket terenkripsi dengan IPSec dan ESP.
- Berbagai protokol baru untuk keperluan interaksi antar node. Adanya protokol baru misalnya Network Discovery dengan komunikasi multicast dan unicast yang efisien bisa menggantikan komunikasi broadcast ARP untuk menemukan neighbor dalam jaringan.
- Ekstensibilitas.
Di masa depan IPv6 dapat dikembangkan lagi
fitur-fiturnya dengan menambahkanya pada extension head.
Kekurangan :
- Operasi IPv6 membutuhkan perubahan perangkat (keras dan/atau lunak) yang baru yang mendukungnya.
- Harus ada pelatihan tambahan, serta kewajiban tetap mengoperasikan jaringan IPv4, sebab masih banyak layanan IPv6 yang berjalan di atas IPv4
PERRBANDINGAN IPv4 DAN IPv6
Sumber Referensi :
Kamis, 28 November 2019
TM - P11 - FUNGSI-FUNGSI PROTOKOL
Fungsi – Fungsi dari
Protokol (ICMP, POP3, SMTP, FTP dan ARP)
1. ICMP (Internet Control Message Protocol)
Protokol
yang digunakan untuk memberikan kiriman pesan – pesan ke dalam sebuah jaringan,
mulai dari mengirimkan pesan error, pesan diterima, hubungan putus atau
connection lost, dan sebagainya. Dengan adanya protokol ini, maka jaringan akan
mengetahui respon – respon yang terjadi selama konektivitas didalam jaringan
itu berlangsung.
Fungsi
ICMP :
- Membantu proses error handling / melaporkan apabila terjadi error pada sebuah jaringan.
- Membantu control procedure atau prosedur pengaturan pada sebuah jaringan.
- Menyediakan pengendalian error dan pengendalian arus pada network layer atau lapisan jaringan.
- Mendeteksi terjadinya error pada jaringan, seperti connection lost, kemacetan jaringan dan sebagainya.
Protokol
yang memiliki fungsi seperti bis surat dan digunakan di dalam e-mail client
yang kita miliki untuk mengambil dan membaca e-mail yang masuk.
Fungsi
POP3 :
Protokol yang digunakan untuk
mengakses e-mail
atau surat elektronik yang masuk ke dalam e-mail client. Fungsi utama dari POP3 adalah untuk
menyimpan sementara e-mail
yang terkirim di dalam sebuah e-mail server, dan kemudian meneruskannya ke dalam e-mail client, dimana
baru akan terrespon
ketika e-mail
tersebut sudah dibuka oleh user yang berhak (mereka yang memegang username dan
juga password dari alamat e-mail).
3. SMTP (Simple Mail Transport Protocol)
Protokol
untuk melakukan proses pengiriman dan penerimaan (proses transfer sebuah surat
secara elektronik), namun dengan menggunakan sebuah acara teknis yang simple
dan mudah untuk dipaham dan diimplementasikan.
Fungsi
SMTP :
Protokol
yang digunakan untuk membantu user mengirimkan surat
elektronik / e-mail kepada penerima. Kita sebagai seorang user dapat mengirimkan
pesan elektronik atau e-mail
kepada penerima.
4. FTP (File Transfer Protocol)
Protokol
yang berfungsi untuk pertukaran file dalam suatu jaringan komputer yang
mendukung protokol TCP/IP.
Dua
hal pokok pada FTP yaitu FTP Server dan FTP Client. FTP juga bisa dikatakan
sebuah protokol internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi yang merupakan
standar untuk pentransferan berkas (file) komputer antar mesin-mesin dalam
sebuah framework.
FTP
merupakan salah satu protokol internet yang paling awal dikembangkan, dan masih
digunakan hingga saat ini untuk melakukan pengunduhan (download) dan pengunggahan
(upload) berkas-berkas komputer antara FTP Client dan FTP Server. FTP Client adalah
sebuah aplikasi yang dapat mengeluarkan perintah - perintah FTP ke sebuah FTP
Server, sedangkan FTP Server adalah sebuah Windows Service atau daemon yang
berjalan di atas sebuah komputer yang merespon perintah - perintah dari sebuah FTP
Client. Perintah-perintah FTP dapat digunakan untuk mengubah direktori,
mengubah modus transfer antara biner dan ASCII, mengunggah berkas komputer ke FTP
Server, serta mengunduh berkas dari FTP Server.
Fungsi
FTP :
Melakukan
transfer file antara komputer yang terhubung melalui jaringan, termasuk
internet. Dalam bahasa teknis, FTP dikenal sebagai protokol jaringan yang
memungkinkan transfer file antara komputer yang tersambung pada TCP/IP yang
berbasis jaringan. Hal ini mencangkup serangkaian peraturan dan prosedur untuk
transfer data digital yang aman. FTP juga berfungsi untuk mempermudah dalam
pembagian file - file, mempercepat secara tidak langsung atau implicyt
menggunakan komputer remote, melindungi user dari berbagai file storage system
antar host.
5. ARP (Address Resolution Protocol)
Protokol
yang berfungsi memetakan IP address menjadi MAC (Media Access Control) Address. ARP merupakan penghubung antara datalink layer dan IP layer pada
TCP/IP. Semua komunikasi yang berbasis Ethernet menggunakan protokol ARP ini.
Intinya setiap komputer atau device yang akan berkomunikasi pasti akan
melakukan transaksi atau tukar menukar informasi terkait antara IP dan MAC
Address. Setiap transaksi akan disimpan di dalam cache OS kita. Namun protokol
ini punya kelemahan serius, karena setiap komputer bisa saja memberikan
transaksi ARP yang dimanipulasi. Dengan merubah MAC address yang sesungguhnya,
kelemahan ini dimanfaatkan untuk jenis serangan ARP Poisoning atau ARP Spoofing
atau Man In The Middle Attack.
Fungsi ARP :
Untuk meningkatkan keamanan. Dalam
mikrotik, masukan ARP bisa didapat secara dinamik. Namun untuk meningkatkan
keamanan, kita dapat memasukkan ARP statis secara manual. Dengan hanya
membolehkan sebuah router me-reply hanya untuk masukan ARP statis pada tabel
ARP, maka akan membatasi akses ke router dan jaringan di belakang router, yang
hanya untuk IP Address atau Mac Address dengan kombinasi.
Sumber Referensi :
TM - P11 - KONFIGURASI DHCP CLIENT
1. Buat topologi seperti di bawah
2. Lalu mulai menconfig pada masing-masing MultiLayer Switch
Pada Router 1
pada Router 2
3. Setelah sudah di config, coba test ping dari SRV1 ke PC
Kesimpulannya = dengan adanya sebuah DHCP ini sangat membantu seorang administrator jaringan karena dengan DHCP seorang admin tidak perlu men-setting IP satu per satu akan tetapi sudah secara otomatis diberikan oleh sebuah DHCP server kepada DHCP client
2. Lalu mulai menconfig pada masing-masing MultiLayer Switch
Pada Router 1
pada Router 2
3. Setelah sudah di config, coba test ping dari SRV1 ke PC
Kesimpulannya = dengan adanya sebuah DHCP ini sangat membantu seorang administrator jaringan karena dengan DHCP seorang admin tidak perlu men-setting IP satu per satu akan tetapi sudah secara otomatis diberikan oleh sebuah DHCP server kepada DHCP client
TM - P11 - KONFIGURASI DHCP SERVER PADA ROUTER DI CISCO PACKET TRACER
1. Buat topologi seperti ini
2. Konfigurasi interface routernya yang menuju ke client yaitu fa0/0
keterangan:
1. dhcp excluded = ip yang tidak akan diberikan kepada client
2. pool = nama range yang kita buat
3. network = network dari ip yang akan kita beri ke client
4. default-router = gateway yang akan diberikan ke client
4. Kita lihat di client, apakah sudah mendapat ip yang sesuai dan gateway yang sesuai
kita buat
PC1
PC2
PC3
Itu adalah alamat ip yang di dapat oleh para client
2. Konfigurasi interface routernya yang menuju ke client yaitu fa0/0
keterangan:
1. dhcp excluded = ip yang tidak akan diberikan kepada client
2. pool = nama range yang kita buat
3. network = network dari ip yang akan kita beri ke client
4. default-router = gateway yang akan diberikan ke client
4. Kita lihat di client, apakah sudah mendapat ip yang sesuai dan gateway yang sesuai
kita buat
PC1
PC2
PC3
Itu adalah alamat ip yang di dapat oleh para client
Rabu, 27 November 2019
TM - P10 - Troubleshoot
Troubleshoot 1
apa penyebab PC3 tidak dapat melakukan komunikasi dengan device lain :
jawabannya : penyebab PC3 tidak bisa melakukan komunikasi dengan device yang lain, tersebab terdapat kesalahan pada IP Addressnya, yaitu 192.168.11.13 yang semestinya 192.168.10.13
Troubleshoot 2
apa penyebab PC2 tidak dapat melakukan komunikasi dengan device yang lain :
jawabannya : penyebab PC2 tidak bisa melakukan komunikasi dengan device yang lain, tersebab terdapat kesalahan pada Gateway nya yaitu 192.168.11.1 yang semestinya 192.168.10.1
Troubleshoot 3
apa penyebab PC1, PC2, dan PC3 tidak dapat melakukan komunikasi dengan device yang lain :
jawabannya : penyebab PC1, PC2, dan PC3 tidak bisa melakukan komunikasi dengan device yang lain karena terdapat kesalahan pada IP Address Router
Langganan:
Komentar (Atom)

































